Dahsyatnya Neraka, Kenapa Kau Buat Bahan Canda?

Dahsyatnya Neraka, Kenapa Kau Buat Bahan Canda?

Yusuf Abu Ubaidah As Sidawi

Neraka adalah adzab Allah untuk musuh-musuhNya. Neraka adalah penjara untuk para pelaku dosa. Neraka adalah tempat kehinaan yang teramat besar dan kerugian yang nyata. Tiada kehinaan maupun kerugian yang lebih besar daripada kehinaan dan kerugiannya.

Neraka adalah tempat yang sangat mengerikan. Di sana disiapkan berbagai jenis siksa, kepedihan dan kesedihan yang tidak akan dapat dilukiskan oleh pena dan tak akan mampu digambarkan oleh kata-kata. (Syarah Rukun Iman, Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawas Rahimahullah, 3/193-194)

Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda:

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَوْ رَأَيْتُمْ مَا رَأَيْتُ لَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا وَلَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا. قَالُوا: مَا رَأَيْتَ، يَا رَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: رَأَيْتُ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ

“Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, kalau kalian melihat apa yang aku lihat, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis. Para sahabat berkata, Apa yang engkau lihat, wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab, Aku telah melihat surga dan neraka. (HR. Muslim no. 426)

Sayangnya, belakang ini sebagian orang yang mati hatinya menjadikan neraka sebagai bahan candaan.

Berikut ini akan kami sampaikan sedikit dalil-dalil betapa ngerinya neraka sebagai pelajaran dan peringatan bagi kita semua.

Sifat-Sifat Neraka

Telah banyak nash dalam al-Quran dan as-Sunnah yang menjelaskan sifat-sifat neraka. Kami hanya akan menyampaikan sebagian kecilnya, mudah-mudahan menjadi nasihat bagi kita semua.

1. Malaikat penjaga neraka
Allah berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim: 6)

2. Besar neraka
Dari Ibnu Masud, Nabi bersabda:

يُؤْتَى بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لَهَا سَبْعُونَ أَلْفَ زَمَامٍ، مَعَ كُلِّ زَمَامٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ يَجُرُّونَهَا

“Didatangkan neraka di hari itu, dalam keadaan ia memiliki 70.000 tali kekang, setiap tali kekang diseret 70.000 malaikat.” (HR. Muslim dan at-Tirmidzi)

3. Panas neraka
Rasulullah bersabda:

نَارُكُمْ هَذِهِ الَّتِي يُوقِدُ ابْنُ آدَمَ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ حَرِّ جَهَنَّمَ

“Api kalian, yang dinyalakan bani Adam, adalah satu bagian dari tujuh bagian panasnya api neraka.” (HR. al-Bukhari no. 3265 dan Muslim no. 2843)

4. Kedalaman neraka
Ketika Rasulullah sedang bersama sahabatnya, tiba-tiba mereka mendengar suara. Beliau berkata:

تَدْرُونَ مَا هَذَا؟ قَالَ: قُلْنَا: اللهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: هَذَا حَجَرٌ رُمِيَ بِهِ فِي النَّارِ مُنْذُ سَبْعِينَ خَرِيفًا فَهُوَ يَهْوِي فِي النَّارِ الْآنَ حَتَّى انْتَهَى إِلَى قَعْرِهَا

“Tahukah kalian, apakah itu? Mereka berkata, Allah dan Rasul-Nya lebih tahu. Beliau berkata, Itu adalah batu yang dilemparkan ke dalam Jahanam sejak tujuh puluh musim yang lalu. Sekarang baru sampai dasarnya. (HR. Muslim no. 2844)

5. Makanan dan minuman penduduk neraka
Allah berfirman:
Kemudian sesungguhnya kalian, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan, benar-benar akan memakan pohon zaqqum, yang akan memenuhi perut kalian. Sesudah itu, kalian akan meminum air yang sangat panas. Maka kalian minum seperti unta yang sangat haus. Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan. (QS. Al-Waqiah: 5156)

Rasulullah berkata, Seandainya satu tetes zaqqum menetes di dunia, niscaya akan merusak kehidupan penduduk dunia. Bagaimana (kira-kira pengaruhnya) bagi orang yang memakannya. (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, dan an-Nasai, lihat Shahih Jami no. 5126)

Sifat dan Keadaan Penghuni Neraka

Tubuh penduduk neraka akan dijadikan besar oleh Allah.

1. Tebal kulitnya
Dari Abu Hurairah, Nabi bersabda:

ضَرسُ الكافرِ يومَ القيامةِ مِثلُ أُحُدٍ ، و عَرضُ جلدِه سبعون ذراعًا

Sesungguhnya giginya orang kafir besok pada hari kiamat sebesar Gunung Uhud, kulit seorang kafir (di neraka) ialah 70 hasta. (HR. at-Tirmidzi dan al-Hakim. Lihat Shahihul Jami no. 2110)

2. Tangisan penduduk neraka
Allah berfirman:

لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَهُمْ فِيهَا لَا يَسْمَعُونَ

Mereka merintih di dalam api dan mereka di dalamnya tidak bisa mendengar. (QS. al-Anbiya: 100)

Dari Abdullah bin Qais, Rasulullah berkata:

يُرْسَلُ البكاءُ على أهلِ النارِ، فيَبْكُونَ حتى تنقطِعَ الدموعُ، ثُمَّ يبكونَ الدَّمَ، حتى يصيرَ في وجوهِهِم كهيئَةَ الأخدودِ ، لو أرسلَتْ فيه السفنُ لجرَتْ

Sungguh penduduk neraka akan menangis sampai habis air mata mereka. Kemudian mereka akan menangis darah sebagai ganti air mata mereka. Seandainya perahu dijalankan di genangan air mata mereka, niscaya perahu tersebut akan berjalan. (HR. Ibnu Majah, lihat ash-Shahihah no. 1679)

3. Penduduk neraka yang paling ringan azabnya
Dari Abu Hurairah, Nabi berkata:

إنَّ أهْوَنَ أهْلِ النَّارِ عَذابًا يَومَ القِيامَةِ، لَرَجُلٌ تُوضَعُ في أَخْمَصِ قَدَمَيْهِ جَمْرَةٌ، يَغْلِي مِنْها دِماغُهُ.

Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan siksanya adalah seseorang yang dipakaikan kepadanya dua sendal dari api neraka, lantas mendidih otaknya karenanya. (HR. Ahmad dan al-Hakim, lihat ash-Shahihah no. 1680)

Demikianlah secuil gambaran tentang ngerinya neraka. Semoga Allah melindungi kita semua darinya. Bagi yang ingin memperluas tentang neraka silahkan membaca kitab At Takhwif minan Naar karya Al Hafidz Ibnu Rajab Al Hanbali (Majmu’ Rasail 3/91-386) dan kitab Ustadzuna Yazid bin Abdul Qadir Jawas dalam kitabnya Syarah Rukun Iman jilid 3 hlm. 193-312. Beliau berdua telah membahas secara bagus sekali. Jazahumallahu Khairan.

Agama Bukan Untuk Candaan

Akhir-akhir ini viral penistaan agama dengan teknologi AI dan konten-konten merusak walau maksudnya bercanda “Hari pertama di Neraka gais….” “Ketemu dengan teman-temanku di Neraka” “Ini kamarku di Neraka”….Naudzu Billahi.

Sungguh ucapan yang sangat kotor dan keluar dari hati yang mati.

Ketahuilah wahai saudaraku seiman—semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberkahimu—bahwa isti hza’(mengolok-ngolok) Allah, nabi-Nya, kitab-Nya, dan/atau agama-Nya bukanlah masalah yang sepele, melainkan masalah besar yang sangat berbahaya karena itu termasuk pembatal keislaman seorang. Allah berfirman:

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللهِ وَءَايَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ {65} لاَتَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن نَّعْفُ عَن طَائِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُوا مُجْرِمِينَ {66}

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan menjawab, ‘Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.’ Katakanlah, ‘Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya, dan rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?’ Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman. Jika Kami memaafkan segolongan kamu (lantaran mereka taubat), niscaya Kami akan mengadzab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang selalu berbuat dosa.” (QS at-Taubah [9]: 65–66)

Ayat ini menunjukkan bahwa kita harus memuliakan agama Islam dan tidak mencelanya. Tidak boleh kita menghinanya dan melecehkannya.

Siapa yang mencela AllahSubhanahu wa Ta’ala, rasul-Nya, atau kitab-Nya maka dia kafir baik sengaja atau hanya bercanda.

Ayat ini juga menunjukkan bahwa orang yang tidak mengingkari penghinaan kepada Allah, rasul-Nya, dan kitab-Nya maka dihukumi sama dengan penghina (dianggap setuju dengan penghinaan tersebut), karena dalam kejadian ini penghina Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam hanyalah satu orang saja, tetapi Allah Subhanahu wa Ta’ala menghukumi sama terhadap semua munafik yang ada karena mereka semua mengetahuinya tetapi tidak mengingkarinya.

Maka seyogianya setiap muslim merenungi dan menghayatinya agar tidak terjatuh dalam kubangan dosa penghinaan kepada AllahSubhanahu wa Ta’ala dan agama-Nya yang semarak terjadi pada zaman sekarang, baik secara lisan atau tulisan di media-media cetak atau elektronik. Hendaknya kita semua mewaspadai hal ini dengan menjaga lisan kita dan menyibukkan diri dengan ilmu yang bermanfaat dan amal shalih. (Lihat kitab Durusun fi Syarhi Nawaqidhil Islam hlm. 124–134 oleh asy-Syaikh Dr. Shalih ibn Fauzan al-Fauzan).

Semoga Allah meneguhkan kita di atas Islam dan semoga Allah memberikan hidayah kepada para pelaku. Dan semoga pemerintah tegas dan segera menangkap serta menghukum para pelaku. Wallahu A’lam.

Baca Juga Artikel Terbaru

Leave a Comment